Stroke Center Jakarta
#Neurologist #RehabMedicine #Physiotherapy #OccupationalTherapy #SpeechTherapy Contact us!Jakarta (021-7504327)(021-4722603) Sentul City (021-87957525 ext.2100)
Selasa, 18 Oktober 2016
Senin, 31 Agustus 2015
Stroke Center Jakarta - Mandiri Healthy Knowledge
6 Hal yang Harus Dilakukan Pasca Stroke
- Pemantauan tekanan darah
- Pemantauan kolesterol
- Pemantauan gula darah
- Berhenti merokok
- Olah raga teratur
- Pola hidup sehat
Stroke ringan atau serangan iskemik transien disebabkan oleh penyumbatan transien
(sementara) arteri otak oleh gumpalan darah, yang biasanya berlangsung kurang
dari satu jam. Seringkali serangan ini merupakan pertanda akan datangnya stroke nyata (stroke berat) yang mengakibatkan gangguan aliran darah
berkepanjangan sehingga merusak jaringan otak secara permanen. Stroke ringan
adalah sinyal bahwa perawatan mendesak diperlukan untuk mencegah stroke yang
sebenarnya. Langkah-langkah pencegahan yang serius harus segera dilakukan.Pemantauan tekanan darah
Tekanan darah harus benar-benar dipantau. National Institute of Health,
lembaga kesehatan nasional di Amerika mengklasifikasikan sebagai berikut :
Tekanan Sistolik
< 119mmHg : Normal
12-139mmHg : Pra Hipertensi
140-159mmHg : Hipertensi derajat 1
>160mmHg : Hipertensi derajat 2
Tekanan Diastolik
<79mmHg : Normal
80-89mmHg : Pra Hipertensi
90-99mmHg : Hipertensi derajat 1
>100mmHg : Hipertensi derajat 2
Pemantauan kolesterol
Komponen
lemak dalam darah, yang harus dipantau yakni total kolesterol, kolesterol LDL/Low Density Lipoprotein (kolesterol jahat), kolesterol HDL/High
Density Lipoprotein (kolesterol baik) dan trigliserida.
Kolesterol HDL
< 40 mg/dL : Rendah
(kurang baik)
> 60 mg/dL :
Tinggi (baik)
Kolesterol LDL
< 100 mg/dL : Baik
100-129 mg/dL : Sedang
130-159 mg/dL : Batas normal tertinggi
160-189 mg/dL :
Tinggi
> 190 mg/dL :
Sangat tinggi
Kadar trigliserida dalam darah
< 150 mg/dL : Normal
150-199 mg/dL : Batas normal tertinggi
200-499 mg/dL : Tinggi
> 500 mg/dL : Sangat tinggi
Pemantauan gula darah
Kadar
gula dalam darah selalu berubah-ubah
tergantung pada asupan makanan
yang masuk kedalam tubuh.
Kadar gula darah puasa (tidak mendapat asupan kalori 8-10 jam)
<100 mg/dl : Normal
100-125mg/dl : Pre Diabetes
> 125 mg/dl : Diabetes
Kadar
gula darah sesaat (saat atau sesudah makan)
<140 mg/dl : Normal
140-200 mg/dl : Pre Diabetes
>200 mg/dl : Diabetes
Berhenti merokok
Merokok menggandakan risiko stroke karena
menyebabkan arteri mengeras dan membuat
darah lebih mungkin membeku. Studi membuktikan bahwa
seorang perokok berisiko dua kali
lipat terkena iskemik stroke (yaitu
akibat dari pembekuan darah pada otak), berisiko empat kali lipat terkena hemoragik.
stroke (yaitu pecahnya pembuluh
darah). Perokok cenderung
terkena stroke di usia yang jauh lebih muda dibanding yang bukan perokok. Selain stroke, merokok juga dapat
menyebabkan aterosklerosis (atau penumpukan plak didalam pembuluh
darah dan dapat membuat darah menjadi beku).
Olahraga teratur
Olahraga dapat mencegah
tekanan darah tinggi dan diabetes, yang merupakan faktor
risiko stroke. Studi menunjukkan, olahraga mengurangi risiko stroke dengan cara
memperbaiki kesehatan pembuluh darah. Pembuluh darah yang sehat dapat
menurunkan faktor risiko seperti hipertensi dan obesitas.
Pola hidup sehat
Upaya pencegahan
untuk menghindari penyakit stroke dimulai dengan memperbaiki gaya hidup dan
mengendalikan faktor risiko sehingga
mengurangi peluang terkena penyakit tersebut. Untuk pencegahan hindari
makanan yang mengandung kolesterol
tinggi.
STROKE CENTER JAKARTA - Mandiri Center Stroke and Neuro Rehabilitation
Mandiri Center Stroke and Neuro Rehabilitation, merupakan pusat restorasi dan rehabilitasi pasca stroke, traumatic injury, dan problem neuromuscular lainnya dengan konsep pendekatan “LEAN TREATMENT”, dengan lokasi yang tepat dan efektif untuk memulihkan fungsi fisik dan psikososial pasca stroke, traumatic brain injury, dan karena problem neuro lainnya.Lean Treatment adalah treatment yang fokus pada tindakan–tindakan paling efektif untuk mencapai hasil yang optimal dan menghilangkan tindakan atau proses yang kurang memberi nilai tambah.
Sistem layanan MCS,
1.
Registrasi
2.
Assessment / identifikasi problematika pasien
dan penentuan rencana tindakan terapi yang dilakukan oleh:
·
Dokter
spesialis
·
Terapis : Physiotherapy, Occupational Therapy, Speech
theapy
·
Psikolog
(bagi yang membutuhkan)
3.
Treatment
·
Pada
fase awal kedatangan, pasien wajib menyelesaikan program terapi selama 12 x
berturut-turut, kemudian pasien akan mendapatkan hasil evaluasi atau progress
report dari dokter dan terapis. Progress report tersebut sebagai acuan untuk
jumlah kedatangan pasien untuk menjalani teratment.
üPasien yang
progress akan dianjurkan untuk menjalani treatment 5-6 kali dalam seminggu,
bertujuan untuk kemajuan perkembangan pasien.
üPasien maintenance akan dianjurkan untuk menjalani
treatment selama 2-3 kali dalam seminggu
·
Evaluasi (progres report) + Evaluasi berkala (1
bln, 2 bln, 3 bln, dst.)
Assessment
- DOKTER
Dokter bertugas untuk mengidentifikasi kondisi neurologi dan
umum pasien,
mencakup :
v
Faktor
resiko pasien (hasil cek laboratorium, cek tekanan darah, dll)
v
Precaution
(hal-hal yang penting untuk diperhatikan)
v
Status
klinis neurologi pasien (penentuan topis lesi) dan pemeriksan lanjutan dan kemudian mengkomunikasikan kepada
terapis untuk terapi yang efektif,efisien dan aman
Dokter
bertanggung jawab untuk :
v
Monitoring dan
memberikan tindakan medis kepada pasien sehubungan
dengan kondisi umum, neurologi, dan faktor resiko, sehingga menunjang program terapi optimal
v
Menentukan
obat–obatan yang berhubungan dengan status klinis pasien.
- FISIOTERAPIS, bertugas untuk mengidentifikasi :
v
Musculoskeletal & Neuromuscular
v
Balance Postural Control (BPC), jalan
(mobilitas)
v
Problem fisik lainnya (nyeri, ruang gerak sandi, dll.)
Fisioterapi bertanggung jawab
untuk:
v Normalisasi struktur rangka otot & ruang
gerak sendi
v Stimulasi
dan fasilitasi tonus dan kekuatan otot lower extremity untuk adequet (normal)
v Stimulasi
dan fasilitasi keseimbangan dan koordinasi
keseimbangan dan koordinasi gerak
v Pembelajaran
dan pengembangan kemampuan berjalan (kualitas dan kuantitas)
v Pengembangan
kapasitas fisik & endurance
(daya tahan)
v Pain
management
- OKUPASI TERAPIS, bertugas untuk mengidentifikasi :
v
Kesadaran, kognitif
v
Upper extremity function
v
Kemampuan aktivitas fungsional (ADL,
productivity, & leisure)
Okupasi Terapi bertanggung
jawab untuk:
v
Stimulasi dan fasilitasi awarness & cognitive
v
Stimulasi dan fasilitasi upper extremity (tonus, kekuatan, koordinasi & fungsi)
v
Pengembalian aktivitas fungsional (ADL, Productivity, & Leisure)
v
Occupational
Therapy Stimulation
o
AWARENESS & AROUSAL
§
Perangsangan
multi indra ditujukan meningkatkan kesadaran dan fungsisensoris dari penglihatan, penciuman,perasa, pendengaran vestibular
serta alertness sehingga pasien punya motivasi dan gairah untuk
melakukan proses terapi
o
UPPER EXTREMITY & HAND FUNCTION
§
Stimulasi, fasilitasi
dan re-learning bagian tangan mampu kembali bergerak, berkoordinasi dan mampu
melakukan aktifitas kembali
o
PERCEPTUAL MOTOR SKILL
§
Vestibular system stimulation
§
Sensory motor integration
- TERAPIS WICARA, bertugas untuk mengidentifikasi :
v
Memory
v
Verbal,
non verbal, kemampuan menelan, respirasi
v
Kemampuan
sernsory penglihatan, pendengaran,
taktil
v
Struktur
dan fungsi oral motor
v
Kemampuan
ekspresif, reseptif
Terapi Wicara bertanggung
jawab untuk:
o
Menjelaskan permasalahan oral motor, suara,
irama, bahasa reseptif & ekspresif, dan kelancaran menelan
o
Stimulasi oral motor & stimulasi menelan
o
Latihan
suara, latihan irama kelancaran & latihan pernafasan
o
Memory training
Fasilitas pendukung:
o
Face massager
o
Oral motor kit
o
Spirometer
o
Cards
o
Mic, DVD, Speaker
o
Dll.
MANDIRI CARE PROGRAM
- HEALTH PASPORT
Adalah upaya komprehensif dan sistematis
Mandiri Center untuk mencegah terjadinya stroke
berulang melalui monitoring faktor
resiko,pola, dan gaya
hidup secara teratur dan berkesinambungan.
Health passport team:
Kelurga,terapis dan dokter spesialis
Kelurga,terapis dan dokter spesialis
untuk bekerja sama menciptakan pola piker
sehat dan gaya hidup sehat bagi pasien dan keluarganya
- Communication Social & Interaction
Program (CSIP)
CSIP adalah program terapi yang ditujukan
untuk peningkatan dan pengembangan kemampuan komunikasi dan ineraksi
sosial pasien melalui pembelajaran kognitif, psikologi dan fisik pada forum yang terstruktur dan sistematis, yaitu:
CSIP
merupakan program yang di desain untuk persiapan penderita pasca stroke kembali dalam lingkungan
sosialnya.
- Psycho Physical Challange (PCC)
PPC merupakan program pengembangan kemampuan fungsi fisik &
psikologi pasien untuk mampu melakukan aktifitas tanpa dibatasi oleh tempat
atau lingkungan tertentu
serta mampu pergi dan beraktifitas dimana saja secara mandiri.
Jenis program terapi meliputi:
•
Pengembangan & optimalisasi
kemampuan jalan (Sport center, Mall, Tempat wisata)
•
Bersepeda
•
Belanja bersama
- Home Assesment
Adalah
sebuah program untuk mengkaji aspek ergonomi dan kebiasaan pasien di rumah dan
lingkungan sekitar rumah guna mendukung kemandirian pasien dan mendukung
program terapi
Langganan:
Komentar (Atom)