Senin, 31 Agustus 2015

Stroke Center Jakarta - Mandiri Healthy Knowledge



6 Hal yang  Harus Dilakukan Pasca Stroke

  1.  Pemantauan tekanan darah
  2. Pemantauan kolesterol
  3. Pemantauan gula darah
  4. Berhenti merokok
  5.  Olah raga teratur
  6.   Pola hidup sehat



Stroke ringan atau serangan iskemik transien disebabkan oleh penyumbatan transien (sementara) arteri otak oleh gumpalan darah, yang biasanya berlangsung kurang dari satu jam. Seringkali serangan ini merupakan pertanda akan datangnya stroke nyata (stroke berat) yang mengakibatkan gangguan aliran darah berkepanjangan sehingga merusak jaringan otak secara permanen. Stroke ringan adalah sinyal bahwa perawatan mendesak diperlukan untuk mencegah stroke yang sebenarnya. Langkah-langkah pencegahan yang serius harus segera dilakukan.



Pemantauan tekanan darah

Tekanan darah harus benar-benar dipantau. National Institute of Health, lembaga kesehatan nasional di Amerika mengklasifikasikan sebagai berikut : 
Tekanan Sistolik
< 119mmHg       : Normal
12-139mmHg     : Pra Hipertensi
140-159mmHg   : Hipertensi derajat 1
>160mmHg        : Hipertensi derajat 2

Tekanan Diastolik
<79mmHg : Normal
80-89mmHg : Pra Hipertensi
90-99mmHg : Hipertensi  derajat 1
>100mmHg : Hipertensi derajat 2

Pemantauan kolesterol

 Komponen lemak dalam darah, yang harus dipantau yakni total kolesterol, kolesterol LDL/Low Density Lipoprotein (kolesterol jahat), kolesterol HDL/High Density Lipoprotein (kolesterol baik) dan trigliserida.

Kolesterol HDL
      < 40 mg/dL : Rendah (kurang baik)
> 60 mg/dL : Tinggi (baik)

Kolesterol LDL
< 100 mg/dL : Baik
100-129 mg/dL :  Sedang
130-159 mg/dL  : Batas normal tertinggi
160-189 mg/dL : Tinggi
> 190 mg/dL : Sangat tinggi
Kadar trigliserida dalam darah
< 150 mg/dL : Normal
150-199 mg/dL : Batas normal tertinggi
200-499 mg/dL : Tinggi
> 500 mg/dL  : Sangat tinggi

Pemantauan gula darah

 Kadar gula dalam darah selalu berubah-ubah  tergantung pada   asupan makanan yang masuk kedalam tubuh.
Kadar gula darah puasa (tidak mendapat asupan kalori 8-10 jam) 
            <100 mg/dl     : Normal
            100-125mg/dl : Pre Diabetes
            > 125 mg/dl    : Diabetes
Kadar gula darah sesaat (saat atau sesudah makan)
            <140 mg/dl      : Normal
            140-200 mg/dl : Pre Diabetes
            >200 mg/dl      : Diabetes

Berhenti merokok

Merokok menggandakan  risiko stroke karena menyebabkan arteri mengeras dan membuat   darah lebih mungkin  membeku. Studi membuktikan bahwa seorang perokok  berisiko dua kali lipat     terkena iskemik stroke (yaitu akibat dari pembekuan darah pada otak), berisiko empat kali lipat terkena hemoragik.
stroke (yaitu pecahnya   pembuluh darah). Perokok cenderung terkena stroke di usia yang jauh lebih muda dibanding yang bukan perokok.   Selain stroke, merokok juga dapat menyebabkan aterosklerosis (atau penumpukan plak didalam  pembuluh   darah dan dapat membuat darah menjadi beku).

 Olahraga teratur

Olahraga dapat mencegah tekanan darah tinggi dan diabetes, yang merupakan faktor risiko stroke. Studi menunjukkan, olahraga mengurangi risiko stroke dengan cara memperbaiki kesehatan pembuluh darah. Pembuluh darah yang sehat dapat menurunkan faktor risiko seperti hipertensi dan obesitas.

Pola hidup sehat

Upaya pencegahan untuk menghindari penyakit stroke dimulai dengan memperbaiki gaya hidup dan mengendalikan faktor risiko sehingga  mengurangi peluang terkena penyakit tersebut. Untuk pencegahan hindari makanan yang   mengandung kolesterol tinggi.



 

 

 
 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar