6 Hal yang Harus Dilakukan Pasca Stroke
- Pemantauan tekanan darah
- Pemantauan kolesterol
- Pemantauan gula darah
- Berhenti merokok
- Olah raga teratur
- Pola hidup sehat
Stroke ringan atau serangan iskemik transien disebabkan oleh penyumbatan transien
(sementara) arteri otak oleh gumpalan darah, yang biasanya berlangsung kurang
dari satu jam. Seringkali serangan ini merupakan pertanda akan datangnya stroke nyata (stroke berat) yang mengakibatkan gangguan aliran darah
berkepanjangan sehingga merusak jaringan otak secara permanen. Stroke ringan
adalah sinyal bahwa perawatan mendesak diperlukan untuk mencegah stroke yang
sebenarnya. Langkah-langkah pencegahan yang serius harus segera dilakukan.Pemantauan tekanan darah
Tekanan darah harus benar-benar dipantau. National Institute of Health,
lembaga kesehatan nasional di Amerika mengklasifikasikan sebagai berikut :
Tekanan Sistolik
< 119mmHg : Normal
12-139mmHg : Pra Hipertensi
140-159mmHg : Hipertensi derajat 1
>160mmHg : Hipertensi derajat 2
Tekanan Diastolik
<79mmHg : Normal
80-89mmHg : Pra Hipertensi
90-99mmHg : Hipertensi derajat 1
>100mmHg : Hipertensi derajat 2
Pemantauan kolesterol
Komponen
lemak dalam darah, yang harus dipantau yakni total kolesterol, kolesterol LDL/Low Density Lipoprotein (kolesterol jahat), kolesterol HDL/High
Density Lipoprotein (kolesterol baik) dan trigliserida.
Kolesterol HDL
< 40 mg/dL : Rendah
(kurang baik)
> 60 mg/dL :
Tinggi (baik)
Kolesterol LDL
< 100 mg/dL : Baik
100-129 mg/dL : Sedang
130-159 mg/dL : Batas normal tertinggi
160-189 mg/dL :
Tinggi
> 190 mg/dL :
Sangat tinggi
Kadar trigliserida dalam darah
< 150 mg/dL : Normal
150-199 mg/dL : Batas normal tertinggi
200-499 mg/dL : Tinggi
> 500 mg/dL : Sangat tinggi
Pemantauan gula darah
Kadar
gula dalam darah selalu berubah-ubah
tergantung pada asupan makanan
yang masuk kedalam tubuh.
Kadar gula darah puasa (tidak mendapat asupan kalori 8-10 jam)
<100 mg/dl : Normal
100-125mg/dl : Pre Diabetes
> 125 mg/dl : Diabetes
Kadar
gula darah sesaat (saat atau sesudah makan)
<140 mg/dl : Normal
140-200 mg/dl : Pre Diabetes
>200 mg/dl : Diabetes
Berhenti merokok
Merokok menggandakan risiko stroke karena
menyebabkan arteri mengeras dan membuat
darah lebih mungkin membeku. Studi membuktikan bahwa
seorang perokok berisiko dua kali
lipat terkena iskemik stroke (yaitu
akibat dari pembekuan darah pada otak), berisiko empat kali lipat terkena hemoragik.
stroke (yaitu pecahnya pembuluh
darah). Perokok cenderung
terkena stroke di usia yang jauh lebih muda dibanding yang bukan perokok. Selain stroke, merokok juga dapat
menyebabkan aterosklerosis (atau penumpukan plak didalam pembuluh
darah dan dapat membuat darah menjadi beku).
Olahraga teratur
Olahraga dapat mencegah
tekanan darah tinggi dan diabetes, yang merupakan faktor
risiko stroke. Studi menunjukkan, olahraga mengurangi risiko stroke dengan cara
memperbaiki kesehatan pembuluh darah. Pembuluh darah yang sehat dapat
menurunkan faktor risiko seperti hipertensi dan obesitas.
Pola hidup sehat
Upaya pencegahan
untuk menghindari penyakit stroke dimulai dengan memperbaiki gaya hidup dan
mengendalikan faktor risiko sehingga
mengurangi peluang terkena penyakit tersebut. Untuk pencegahan hindari
makanan yang mengandung kolesterol
tinggi.